Kalau Aku Sudah Tua

March 12th, 2008 by go-blog-nyazia

Kalau Aku Sudah Tua
Sabilal Risjad Martono

Kalau aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku. Kalau pakaianku terciprat sup, kalau aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarimu.

Kalau aku berulang-ulang berkata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, janganlah memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku harus selalu mengulang cerita yang telah berulang kali kuceritakan agar kau tertidur.

Kalau aku memerlukanmu untuk memandikanku, janganlah marah padaku. Ingatlah sewaktu kecil, aku harus memakai segala cara untuk membujukmu agar mau mandi.

Kalau aku tak paham sedikit pun tentang teknologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Kalau aku tak dapat berjalan, ulurkanlah tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Kalau aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau mendengarkan di sampingku, aku sudah sangat puas.

Kalau kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu, aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini. Sekarang, temani aku menjalankan sisa hidupku. Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Satu tahun Tuan Ahmadinejad…

May 10th, 2007 by go-blog-nyazia

Satu tahun Tuan Ahmadinejad…

Tepat 1 tahun, Presiden Republik Islam Iran Dr. Mahmood Ahmadinejad berkunjung ke UI. Ngga’ kerasa waktu yg begitu singkat ternyata udah lama. Tapi memori2 kunjungan beliau ngga’ bisa ilang dari ingatan gw.

Selama 1 tahun, sudah banyak banget kisah2 perjalanan negara beliau, dari mulai „dimusuhi“ negara adidaya, sampai yg terakhir juga „dimusuhi“ PBB. Entah sampai kapan negara tersebut dapat berprinsip sedemikian tegarnya, walaupun kian hari stabilitas negara tersebut dalam keraguan.

Secara pribadi dan jujur gw salut banget sama negaranya para Mullah ini, sudah banyak cerita2 heroik dari bangsa ini, tapi bukan seperti yang diceritakan dalam film 300. itu Cuma rekaan si pembuat film. Ya bisa dibilang sedikit propaganda….

1 tahun yg ngga’ bisa melunturkan rasa respect-gw buat pemimpin negara itu, mungkin saja beliau sedikit kecewa dengan sikap negara kita yg notabenenya terbesar jumlah muslimnya, tapi itulah kekuasaan dan pengaruh2 kuat…susah untuk dihadirkan ke dunia nyata.

Yang jelas… Satu tahun pelukan kedamaian itu berlalu, dan sampai sekarang gw masih ingat secara jelas tatapan tuan presiden Mahmood Ahmadinejad akan dunia yang damai kelak… Semoga keselamatan selalu menyertaimu. Amin.

wanita, cinta Chelsea…

May 8th, 2007 by go-blog-nyazia

tiga buah unsur yang saling bersinergi, tapi untuk sementara ini ketiganya sedikit terusik akan hadirnya skripsi. walaupun mungkin itu hanya alibiku sesaat saja.
wanita,cinta dan chelsea…hanya sebuah intuisi.

wanita , entah kapan kusebutnya cinta
Cinta, sebuah paham untuk orang orang tersayangku
Chelsea, penyeimbangku setelah agama

Nyali….

April 10th, 2007 by go-blog-nyazia

entah kenapa kadang Nyali fluktuatif dalam diri gw.

kadang muncul kadang hilang, tapi….seringnya hilang.

sama halnya berbanding lurus imanku pada sang khaliq.

Merakit Api dari Rindu dan Cinta

April 10th, 2007 by go-blog-nyazia

…." inilah prolog blog-ku, maaf sebelumnya jika kunamakan

dengan go-Blog-nyaZia, bukan maksud hati menzhalimi

atau menjustifikasi diri. Semoga rekan-rekan semua bisa

menikmati hadirnya go-Blog-nyaZia…..", semoga ?

- bagi Zia Ur Rahman, Tegal

Seberapa hitam kau lihat gelap

Lalu mungkin setan-setan purba itu

Mampu membawa mu ke lorong-lorong

Kelam, gua-gua suram

Dan kau berdo’a.

: Seperti Daud kecil yang melawan

Goliath

Dengan ketapel dan bebatuan,

Menumbangkan, dan sejarah

Tak pernah dilupakan.

–Widji thukul pun berteriak;

Ia hendak menjadi kutukan

Yang terus memburu dan memburu

Bagi mereka yang membongkar

Sejarah, ia mencari jawaban

Sampai tubuhnya tak bisa ditemukan.

Suara-suara kebenaran

Itu pun mampir ke telinga mu,

Dibeningkan oleh hati mu,

Kau baca cerita atau berita,

Tubuh kecil Munir yang membela

Hak orang kecil dan Presiden negeri

Mullah yang menentang Amerika!.

Lalu bangkitlah!

Seraya menopang kebenaran itu

Di pundak mu.

Kebenaran, laksana

Kau adalah khalifah!

Yang memenggal ketakutan

Dengan nyali yang paling berani

Laksana kau adalah khalifah!

Menaiki kuda putih dengan

Melempar molotov pada setiap tirani.

Memimpin penghancuran!,

Pengrusakkan, merakit api

Dari rindu dan cinta!

Membakar ketidaktahuan dengan

Semangat penghabisan.

Lalu bangkitlah!

Seraya keberanian itu

Adalah kebenaran yang kau suarakan.

                …….dari okky, danke…..